Pedoman CPOB untuk Pembuatan Obat Dengan Bahan Berbahaya

Site Plant

 

Pengantar

Salah satu “concern” dari CPOB : 2012 adalah adanya PERLINDUNGAN, baik dari segi kualitas produk, operator maupun lingkungan di mana fasilitas produksi obat tersebut di buat. Beberapa golongan obat memiliki sifat yang sangat berbahaya, baik dari segi toksisitas, adanya sifat hipersensitifitas maupun dari segi paparan terhadap personnel maupun lingkungan. Obat-obat tersebut antara lain :

  • Produk-produk Onkologi (obat kanker)
  • Antiretroviral (Misalnya obat-obat anti HIV/AIDS)
  • Hormon Seks
  • obat-obat Golongan Antibiotik Betalaktam Penisilin (Amoxicillin, Ampicillin maupun Co-Amoxiclave) dan Antibiotil Betalaktam Non-Penisilin (Sefalosporin, Penem, Karbasefem dan Monobaktam)

Fasilitas produksi untuk obat-obat seperti tersebut di atas harus didesain dan dioperasikan sesuai dengan prinsip-prinsip CPOB, yaitu :

  • Memastikan kualitas produk;
  • Melindungi operator dari kemungkinan dampak merusak dari produk yang mengandung bahan berbahaya; dan
  • Melindungi lingkungan dari kontaminasi sehingga melindungi publik dari efek merusak oleh produk yang mengandung bahan berbahaya.

 

Pembuatan produk-produk ini HARUS dilakukan di fasilitas terpisah, tersegregasi, terdedikasi, atau terkungkung (self contained facilities). Pemisahan fasilitas dapat di bangunan yang berbeda atau di bangunan yang sama dengan fasilitas yang berlainan tetapi harus tetap terpisah secara fisik antara lain: alur masuk,  fasilitas personil dan sistem tata udaranya (lihat denah site plant di atas).

 

 Tata Letak Fasilitas

Beberapa persyaratan fasilitas khusus untuk produksi obat yang mengandung bahan berbahaya, antara lain :

  • Bangunan dan fasilitas harus didesain dan dikonstruksi untuk mencegah kontaminan masuk atau keluar. Struktur yang kedap terhadap kebocoran udara melalui plafon, retakan atau area servis
  • Dalam membuat desain fasilitas harus diperhatikan tingkat keterkungkungan yang diberikan oleh peralatan.
  • Hubungan antara bagian luar dan bagian dalam fasilitas harus melalui ruang penyangga udara (untuk personil dan/atau material), ruang ganti, pass box, passthrough hatches, peralatan dekontaminasi dll.
  • Pintu masuk dan keluar untuk personil dan material harus dilengkapi dengan mekanisme interlock atau sistem lain yang tepat untuk mencegah terbukanya lebih dari satu pintu pada waktu bersamaan.
  • Ruang ganti harus dilengkapi dengan “step-overbench”.

 

Step Over Bench

Step Over Bench

  • Fasilitas di tempat keluar personil HARUS dilengkapi pancuran air untuk mandi.
  • Fasilitas harus didesain untuk memfasilitasi kaskade tekanan dan pengungkungan udara yang dipersyaratkan.

Kaskade Tekanan Udara

  • Bangunan dan fasilitas (dan peralatan) harus didesain dan dipasang dengan tepat untuk kemudahan pembersihan dan dekontaminasi.
  • Area di mana produk terpapar dapat menyebabkan risiko harus dijaga agar tekanan udara di area tersebut relatif negatif terhadap lingkungan sekitarnya.

 

Sistem Tata Udara (HVAC)

Sistem Tata Udara (HVAC), memegang peranan sangat penting, terutama terkait dengan perlindungan terhadap personil dan lingkungan sekitar. Beberapa persyaratan Sistem Tata Udara untuk fasilitas produksi yang mengandung bahan berbahaya harus memiliki kharakter dasar, antara lain :

  • Tidak boleh ada buangan udara langsung ke udara luar.
  • Sistem tata udara HARUS menghasilkan tekanan udara negatif relatif terhadap lingkungan sekitar.
  • Perbedaan tekanan udara harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada aliran udara yang tak terkendali antara area kerja dengan lingkungan sekitar.
  • Terdapat sistem alarm yang tepat untuk tekanan udara harus diadakan untuk memberi peringatan akan status arus balik tekanan udara atau penurunan tekanan udara hingga di bawah yang terdesain.
  • Harus ada desain yang tepat, batas waspada (alert limit) dan batas bertindak (action limit).
  • Harus ada indikasi visual status tekanan udara untuk setiap ruangan.
  • Udara yang dibuang keluar harus melalui HEPA filter dan tidak diresirkulasi kecuali ke area yang sama, dengan syarat udara yang dikembalikan tersebut disaring dengan HEPA filter.
  • Bila memungkinkan, dipakai sistem tata udara single-pass tanpa resirkulasi.
AHU 9

Sistem Tata Udara Single Pass tanpa sirkulasi

  • Udara buang atau balik harus disaring melalui rumah filter yang cara penggantiannya aman atau dengan sistem BIBO (bag-in-bag-out). Rumah filter (filter housing) hendaklah terdiri dari pre-filter dan HEPA filter, yang keduanya hendaklah dapat dilepas dengan sistem kantong yang aman.
BIBO Filter Change

BIBO Filter Change Concept

  • Ruang penyangga, pass-through hatches, dan sebagainya, harus mempunyai pasokan dan buangan udara untuk memberikan kaskade tekanan udara dan pengungkungan yang diperlukan. Pada ujung atau perimeter kungkungan, ruang penyangga atau pass-through hatch yang berbatasan dengan area luar atau non-CPOB HARUS selalu mempunyai tekanan positif relatif terhadap lingkungan, untuk mencegah masuknya kontaminan ke dalam fasilitas.
  • Bila pengungkungan dalam fasilitas tidak memadai, dan pakaian kerja operator terkontaminasi dengan debu, maka operator yang meninggalkan area kungkungan harus melalui sistem dekontaminasi, misal ‘pancuran udara’ atau „mist shower’, untuk membantu menghilangkan atau mengendalikan partikel debu pada pakaian kerja.
  • Harus dilakukan tindakan yang tepat untuk mencegah aliran udara dari area pengemasan primer (melalui pigeon hole ban berjalan) ke area pengemasan sekunder. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pass-through chamber pada “pigeon hole”, yang tekanannya dijaga negatif baik terhadap pengemasan primer maupun pengemasan sekunder.
PTH

Pass through haches untuk fasilitas mengandung bahan berbahaya

 

Masih banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain :

  • Sistem pengendalian udara, jika terjadi kegagalan pada Sistem Tata Udara
  • Peralatan Proteksi Personel (Personnel Protection Equipment/PPE)
  • Proteksi terhadap lingkungan
  • Sistem dekontaminasi personil
  • Pengolahan efluen (limbah cair maupun limbah padat)

 

Secara lengkap “Petunjuk Pemisahan Fasilitas Produksi Obat yang Mengandung Bahan Berbahaya” dapat di lihat di CPOB – Fasilitas Produksi Obat yang Mengandung Bahan Berbahaya. Sebagai rujukan, di ambil dari GMPPharmaceuticalProductsCcontainingHhazardousSubstancesTRS957Annex3

 

UPDATED !!!!

Petunjuk Pemisahan Fasilitas untuk Pembuatan Obat yang Mengandung Bahan Berbahaya

Silahkan Download – DISINI –

 

Semoga bermanfaat.

Salam hangat

BP – 29.03.2014

 

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “Pedoman CPOB untuk Pembuatan Obat Dengan Bahan Berbahaya

  1. dita

    Terimakasih Pak artikelnya sangat membantu. Dalam artikel ini Bapak menjelaskan ttg persyaratan memproduksi obat hormon dan obat berbahaya lainnya. Ada yang ingin saya tanyakan mengenai proses pembuatan obat hormon Non-Seks pak, dalam hal ini adalah kortikosteroid. Apakah perlu dipisahkan sendiri alat dan sistem aliran udaranya? Atau bagaimana sebaiknya? Terimakasih banyak. Mohon balasannya

    Balas
    1. Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

      Aduuh maaf sekali, baru balas ya..
      Untuk hormon non sex, tidak perlu persyaratan khusus. Bisa diproduksi dengan fasilitas non betalaktam yang lainnya. Hanya, biasanya diperlukan validasi pembersihan (cleaning validasi) sesuai dengan Kajian Risiko yang sesuai.
      Terima kasih.

      Balas
  2. Berry Parla Riansyah

    Dear Bapak Bambang
    Perkenalkan saya Berry
    Pa saya mau bertanya mengenai Pass Box dan Pas Through, kebetulan saya terlibat dalam project pembangunan pabrik steril.
    Apakah penggunaan pas box dapat di perbolehkan untuk area kelas yang berbeda kebersihan, dengan alasan arah penggunaan hanya dari area bersih ke area yang kurang Bersih ( kelas C menuju Kelas D/E)
    note : biasanya untuk kasus tersebut di gunakan Pas Through

    Balas
    1. Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

      Khusus untuk fasilitas produksi steril, terdapat Pass Box “khusus” yang disebut dengan “Dynamic Pass Box” yang “berbeda” dengan pass box “biasa”. Dynamic Pass Box dilengkapi dengan “sistem tata udara”, termasuk HEPA filter, sehingga kualitas ruangan di dalam pass box tersebut SAMA dengan kualitas udara ruangan yang lebih tinggi kelasnya. Jadi, misalnya untk menghubungkan antara ruangan kelas D dan kelas C, maka kualitas udara di dalam pass box tersebut juga harus memenuhi persyaratan ruangan kelas C. Pun demikian jika pass box tersebut menghubungkan ruang kelas D dan kelas B, maka pass box tersebut juga harus memenuhi syarat ruang kelas B, termasuk jumlah partikel-nya.
      Demikian, mudah-mudahan membantu.

      Balas
  3. Laura Natalia

    saya Laura, mau tanya pak, untuk pembersihan mesin strip produk betalaktam, apakah harus dengan NaOH? mohon penjelasannya. terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s