Catatan Perjalanan ke Denmark & Jerman (Bag. 1)

Kira-kira setahun lalu, tepatnya pada tanggal 20 – 28 April 2013, saya bersama seorang teman kantor, diberi tugas oleh kantor tempat saya bekerja (saat itu) untuk melakukan Factory Acceptance Test (FAT) ke Denmark dan Jerman dalam rangka pembelian sebuah mesin produksi yang akan kami install di perusahaan kami. Ini perupakan perjalanan pertama saya ke benua biru (Eropa). Semua tiket, transportasi dan akomodasi semuanya disediakan oleh supplier/seller mesin, jadi kita taunya beres, tinggal capcusss… he3.

Sebelumya, saya terlebih dahulu mengurus Visa Schengen di perwakilan Kedubes Denmark di Jakarta, yaitu di Wisma ABDA, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Karena ini merupakan visa bisnis, lengkap dengan undangan, surat sponsor, booking hotel, tiket pesawat dan lain-lain, jadi cukup 5 hari kerja, di passport saya udah tertempel tuh VISA SCHENGEN untuk kunjungan di semua wilayah Eropa, kecuali Inggris, selama 3 bulan ke depan.

Inilah rute yang akan kami tempuh :

  • Jakarta – Abu Dhabi (transit) – Frankfurt by Etihad Airways
  • Frankfurt – Copenhagen by SAS Airways
  • Hotel di Copenhagen : Ascott Hotel & Apartment
  • Copenhagen – Frankfurt by SAS Airways
  • Frankfurt – Karlsruhe by DB Train (kereta api)
  • Hotel di Karlsruhe : Hotel Der Blaue Reiter
  • Karlsruhe – Frankfurt by DB Train
  • Frankfurt – Abu Dhabi – Jakarta by Etihad Airways

Sabtu siang, saya berangkat dari kost menuju ke terminal Rawamangun. Jadi, meskipun judul acaranya adalah “keliling Eropa”, namun ngirit mah teteupp.. hehehee.. cukuplah naik bus DAMRI Rp. 20 ribu (waktu itu) dari Rawamangun ke Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Sampai di Bandara, contact-contact dengan teman, kemudian kita sama-sama menuju imigrasi untuk pemeriksaan passport.  Pukul 18.45 WIB, akhirnya kita masuk ke pesawat, sebelumnya kita ngopi-ngopi dulu di salah satu cafe di bandara. Agak surprise juga, karena biasanya naik pesawat budget bertempat duduk 3 – 3, sekarang baru merasakan “bener-bener naik pesawat”  yang cukup lebar, dengan tempat duduk 2 – 5 – 2. Hahahhaaa….

Lama perjalanan Jakarta – Abu Dhabi (AUH) lebih kurang selama 10 jam melintasi Samudra Hindia – Perairan Sri Lanka – India – Selat Oman – dan Selat Persia, sebelum mendarat di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi. Kami tiba di Abu Dhabi lebih kurang pukul 2 dini hari waktu setempat. Ada beda waktu 3 jam antara Jakarta dan Abu Dhabi.

Narsis dulu ya… he3.

DSC_1533Catatan : Seluruh foto/video selama dalam perjalanan ini, diambil menggunakan HP Sony Ericsson Xperia Arc S, sebagai satu-satunya gadget yang menemani saya. Kebetulan pada saat saya ke Eropa, anak saya juga sedang ada acara konser di Surabaya, sehingga baik Camdic maupun Camcorder di bawa oleh istri saya  😦

Setelah transit selama lebih kurang selama 2 jam, kami pun melanjutkan perjalanan dari Abu Dhabi menuju Bandara Internasional Frankfurt, Jerman. Penerbangan AUH – FRA ditempuh dalam waktu lebih kurang 4 jam. Tiba di Bandara Frankfurt lebih kurang pukul 6.30 pagi. Ada perbedaan waktu 5 jam antara Jakarta dan Jerman, sehingga kalau dihitung waktu di Indonesia, saat itu adalah jam 01.30 dini hari. Ooaaahhhmm… masih ngantuuuuk banget.

DSC_1539Bandara Internasional Frankfurt pada pagi hari, masih sangat sepi.

Selanjutnya, kami menuju counter Lufthansa untuk confirmasi dan melanjutkan perjalanan menuju Kopenhagen. Setelah urusan check in beres, kami pun mencari tempat yang puueewweee sambil menunggu flight ke CPH. Bandara Frankfurt ini ternyata sangaaaat luuuaaasss sekali, ada ratusan gate, sekaligus nyambung dengan stasiun ketera api. Pasti puyeng nih kalo baru pertama ke sini. Untungnya kita ditemani agen dari mesin yang sudah sering ke Jerman. kalo nggak?? waaah bisa – bisa ilang kita gak bisa balik.. hahahaaaa….

Flight kita dari FRA ke CPH dijadwalkan pukul 11.55 waktu Frankfurt, jadi masih banyak waktu untuk sekedar cuci-cuci mata di bandara. Tapi… karena mata masih ngantuk dan badan capek banget, akhirnya……

DSC_1541Sukses tertidur pulezzzz…. 🙂

Setelah beristirahat, akhirnya kita pun naik ke pesawat Lufhansa yang dioperasikan oleh SAS (Scandinavian Air Service) menuju bandara Kopenhagen, Denmark. Perjalanan cukup singkat, hanya sekitar 1 jam. Sekitar pukul 13.30, sampailah kita di bandara Kopenhagen, yang dalam bahasa Denmark di sebut Kobenhavn. berikut penampakannya.

DSC_1547

Kemudian, keluar dari bandara barulah terasa udara sangat dingin sekali.. meskipun cuaca sangat terik, Sisa-sisa musim dingin yang sangat hebat, masih sangat terasa. Hembusan angin kencang dari Laut Baltik terasa menusuk-nusuk tulang-belulang…. brrrrr.

Segera kita mencegat taxi bandara, rata-rata taxi di sini ber-merek Mercedes Benz keluaran terbaru lho.. waah terasa jadi konglomerat nih.. meskipun tetap melarat… hahahaaa…

Jalan-jalan di Kopenhagen rata-rata lengang, kebetulan kita datang pas pada hari Minggu. Lalu lintas tidak terlalu padat, kebanyakan penduduk asli lebih suka menggunakan trasportasi sepeda. Sangat jarang, bahkan selama di kota ini, saya hanya melihat sekali, orang menggunakan motor. Tidak ada saling serobot, semuanya sangat tertib. Suara klakson pun sangaaaat jarang terdengar. Benar-benar nyaman sekali.

Selama 3 hari di Kopenhagen, kita menginap di Ascot Hotel & Apartment. Lokasinya sangat dekat dengan Tivoli garden, sebuah taman di tengah kota yang sudah sangat tua, yang dilengkapi dengan aneka wahana mainan seperti roller coaster, “kincir angin” dan sebagainya (semacam Ancol begitu).  Setelah check in dan meletakkan barang-barang kita di kamar, kita pun keluar untuk sekedar jalan-jalan di sekitaran hotel. Beginilah suasana sore hari di Kopenhagen :

DSC_1562 – Gedung di belakang itu adalah City Hall (Balai Kota) Kopenhagen –

DSC_1573– Nggak nyangka ini adalah Toilet Umum, masuknya pake koin. Sayang kemarin gak sempat nyoba :). Dibelakang itu adalah Tivoli Garden. Hotel kita deket dari sini –

DSC_1574– Hihiii.. masih ada telepon umum koin juga lhooo –

Setelah puas jalan-jalan, kita pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Sebelumnya, kita makan malam di sebuah kafe di dekat hotel. Begini nih menunya 🙂

DSC_1571

Selama 3 hari berikutnya, kita mengikuti kegiatan di pabrik tempat pembuatan mesin yang kita pesan. Periksa semua persyaratan, melakukan berbagai macam test untuk meyakinkan bahwa mesin telah dibuat sesuai dengan syarat-syarat yang kita minta. Kegiatan kita, mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00. Setiap hari kita di antar jemput oleh staf dari perusahaan tersebut. Waah hampir nggak ada waktu buat jalan-jalan niih.. karena pagi kita sudah harus pergi, malam baru kembali ke hotel. Tapi, bukan “petualang” sejati kalo nggak ada waktu untuk blusukan.. hahahaaa…

Pagi hari banget, sekitar jam setengah 5 sampe jam 6 pagi, saya sempatkan untuk kelayapan…. muterrrrr di sekitaran hotel.. jalan kaki coyyy… pun demikian setelah sampe hotel, lanjut makan malam langsung cusss…. nglayap lagi. Ini dia oleh-olehnya. Yang nggak tahan tuh dinginnya… huffttt brrrrr…..

DSC_1585   DSC_1593– Salah satu transportasi utama di Denmark : Kereta api –

DSC_1601    DSC_1606– Kiri : Planetarium; Kanan : Danau (reservoir air) di belakang Planetarium, indah sekali. Di sini banyak orang lari pagi. Kalo saya, mana berani.. sepagi ‘n sedingin ini… brrr. –

Ketemu juga yang aneh – aneh 🙂

DSC_1599  DSC_1615  DSC_1580

Kiri : Mesin penyapu jalan (gak ada tukang sapu ^.^); Tengah : Three, nyotek ini ??; Kanan : Vandalisme juga ada di sono 🙂

Sore hari, habis malam, klayapan lagi… he3…

DSC_1703

Stroget, Jalan khusus pedestrian di Kopenhagen (semacam Malioboro di Jogja)

DSC_1663– Kanal-kanal indah di depan gedung parlemen Denmark –

Pada hari terakhir, setelah semua pekerjaan kami beres, kami diajak oleh salah seorang staf perusahaan, untuk jalan-jalan. Bener-bener jalan – jalan, nggak ada lagi pekerjaan… heheheee…

Ini dia foto-fotonya :

DSC_1710– Kereta kuda keliling kota (sayang lagi-lagi gak sempat) –

DSC_1711 – Istana/kraton Queen Margrethe II (Di sini sempat menyaksikan upacara pergantian penjaga kraton, meski tidak seheboh yang di Inggris, tapi cukup unik juga) –

DSC_1721

– Narsis dulu di depan istana 🙂 –

DSC_1732– Ikon Copenhagen : Little Mermaid –

DSC_1758– Kronborg Slot di Helsingor : berbatasan langsung dengan Swedia. Dulunya merupakan beteng pertahanan dalam perang melawan bangsa Swedia –

DSC_1754-1– Shakespeare’s Chapel di Kronborg Slot, tempat dramawan hebat membuat karya yang berjudul “Hamlet”

Masih banyak tempat yang kami datangi, termasuk “makan siang unik” di sebuah rumah penduduk yang “disulap” menjadi rumah makan. Jadi seolah-olah kita sebagai anggota keluarga makan siang bareng-bareng… he3.. ada-ada saja (sayang nggak sempat foto2).

Demikian sekilas perjalanan kami di negara-nya Hans Anderssen ini. Keesokan harinya, kami melanjutkan “petualangan” kami di Jerman.

Bersambung …..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s